Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2016

Kenapa Harus Islam (Lagi)?

Kenapa Harus Islam (Lagi)? - Bukan sekali dua kali umat Islam dilanda dilema yang begitu hebat. Entah memang skenario dari pihak yang ingin menghancurkan perlahan-lahan, atau mungkin ada sebab yang lain. Terlepas dari itu semua, melihat kejadian bom granat di Sarinah beberapa waktu yang lalu, Aku sih sudah bisa menebak bahwa yang dikaitkan lagi itu ya Islam. Islam yang mana? Jangan tanya yang mana. Islam cuma satu. Islam yang cinta damai. Kalau yang diduga teroris itu Islam, maka Islam yang dimaksud merupakan Islam yang menyimpang. 

Sebagai warga negara Indonesia yang baik, tentu sudah harus memegang teguh prinsip Bhinneka Tunggal Ika. So, memang pada intinya nilai-nilai Pancasila sudah mulai tergerus dengan adanya globalisasi yang terus merajalela. Nah, momentum ini yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk memecah persatuan Indonesia. Lantas, seperti apa tindakan yang sebenarnya harus dilakukan oleh warga negara Indonesia? 

Kembali lagi, menyoroti suatu masalah jangan hanya dari satu sisi. Jangan hanya melihat bahwa pelakunya adalah Islam. Islam tidak mengajarkan kebencian terhadap sesuatu. Umat Muhammad yang kini tinggal di Indonesia merupakan bagian dari warga negara Indonesia juga. Nah, sekaranglah saat yang tepat untuk saling berangkulan menghadapi permasalahan negara dan para pemerintah yang zalim terhadap rakyatnya. Jangan mau dihancurkan dari dalam, lebih baik hancur secara terhormat dengan perang.

Senin, 30 November 2015

Mau Shalat di JIEXPO Itu Sulit

Mau Shalat di JIEXPO Itu Sulit - Shalat bagi umat Muslim, terlebih lagi shalat lima waktu, merupakan suatu kewajiban yang tidak bisa dinegosiasi lagi. Orang yang memiliki iman yang kuat dan yakin bahwa shalat itu tiang agama tentu tidak akan meninggalkan shalat lima waktunya dengan alasan apa pun. Di tempat-tempat umum saat ini untuk menemui tempat shalat kiranya sudah mudah dan tidak sulit. SPBU, pusat perbelanjaan, bahkan hingga pasar tradisional pun mencari tempat shalat sudah mudah. 

Kiranya hal tersebut tidak berlaku di tempat satu ini. JIEXPO yang berada di Kemayoran ini menjadi salah satu tempat yang menurut saya, sangat sulit ditemui tempat untuk shalat. Hal ini juga dialami oleh beberapa orang yang saya temui ketika ada perhelatan acara di JIEXPO. Saat itu, bulan September tahun 2015 ada acara wisuda Universitas Negeri Jakarta. Seorang ibu-ibu yang menanyakan tempat shalat kepada petugas kebersihan. Sebenarnya, di Hall D JIEXPO tersebut ada tempat shalat di lantai 2. Namun, entah kenapa pintu menuju tempat shalat dikunci, sehingga orang yang ingin menunaikan shalat di JIEXPO harus keluar dari Hall D. 

Sebegitu sulitkah mendirikan tempat shalat di JIEXPO? Ada gerangan apa sampai orang yang ingin melakukan ibadah pun harus terpaksa menggelar shalatnya di lobby? Memang tidak ada salah dan tetap sah shalatnya. Paling tidak, pihak manajemen memperhatikan hal ini dan bisa lebih menghormati orang yang ingin melaksanakan ibadahnya. Semoga tulisan ini bermanfaat. Terima kasih.

Senin, 07 September 2015

Menjaga Toleransi Beragama

Menjaga Toleransi Beragama - Mungkin belum lepas dari ingatan kita, bahwa ada kerusahan saat Idul Fitri lalu di daerah Tolikara, Papua. Ya, kerusuhan tersebut terjadi ketika umat Islam di Papua sedang melaksanakan Shalat Idul Fitri di lapangan Koramil setempat. Entah, siapa dan apa latar belakangnya, sekelompok orang memaksa membubarkan Shalat Id tersebut dan membakar Mushalla di tempat tersebut.

Melihat fenomena tersebut, sungguh miris toleransi beragama di Indonesia. Saya berpikir bahwa kejadian tersebu merupakan suatu konspirasi yang dijadikan sebuah isu yang mencuat ke permukaan. Entah pengalihan isu atau apa pun latar belakang yang melandasi kejadian tersebut, jelasnya kejadian tersebut memancing panas toleransi beragama yang telah terjalin. Terbukti, beberapa hari setelah insiden di Tolikara, kali ini oknum umat Islam di suatu daerah memaksa sebuah rumah yang dijadikan perkumpulan umat Nasrani dibubarkan dengan cara kekerasan. 

Lantas apakah toleransi beragama di Indonesia harus pupus dan retak begitu saja? Memang kejadian tersebut menjadi sebuah shock therapy khususnya bagi umat Islam. Namun, kiranya saya hanya bisa memberi saran agar tidak mudah terpancing. Yakinlah, ini merupakan sebuah konspirasi yang telah direncanakan oleh sebuah organisasi yang kelak akan diketahui tujuan dan siapa dalang sesungguhnya.©Tedy Rizkha Heryansyah

Minggu, 12 Juli 2015

Ini Dia Bedanya Najis dengan Hadas

Ini Dia Bedanya Najis dengan Hadas - Kadang kala sebagai umat Islam yang masih awam seperti saya ini, masih sering keliru dengan pengertian dan batas pembeda tentang najis dan hadas. Baik najis dan hadas memang keduanya dapat membatalkan shalat yang sedang kita jalani. Lantas apa perbedaannya? Tulisan berikut bersumber dari pengajian rutin di masjid dekat rumah saya yang memang dilakukan seminggu sekali dengan penceramah yang sama. 
http://sebutsajatedy.blogspot.com/2015/07/ini-dia-bedanya-najis-dengan-hadas.html

Pertama, yang dimaksud dengan hadas ialah sesuatu yang keluar dari qubul (alat kelamin) dan dubur. Yang bisa keluar dari qubul seperti air seni, air mani, dan sebagainya. Sedangkan najis yang keluar dari dubur bisa kentut, kotoran, dan lain sebagainya. Hadas secara otomatis dapat membatalkan wudhu dan shalat. Berbeda dengan najis. Najis seperti kotoran burung, kotoran ayam, kalau kita sudah punya wudhu terus terkena najis seperti yang disebutkan di atas, maka wudhu kita tidak batal. Orang yang terkena najis, wudhunya tidak batal hanya saja najis tersebut harus dibersihkan dengan air yang mengalir dan disapukan di bagian tubuh kita yang terkena najis. 

Bagaimana? Sudahkah Anda paham tentang perbedaan mendasar antara najis dengan hadas? Semoga saja tulisan ini dapat memberikan pengetahuan tambahan kepada Anda yang ingin mencari informasi tentang perbedaan antara najis dengan hadas. Jika Anda mempunyai koreksi atau tambahan tentang tulisan ini, dengan senang hati saya menerimanya. Semoga bermanfaat dan terima kasih. ©Tedy Rizkha Heryansyah

Sabtu, 11 Juli 2015

Al-Quran Juga Punya Hak

Al-Quran Juga Punya Hak - Membicarakan tentang agama di bulan Ramadhan memang sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Anda yang sering mengikuti kultum atau ceramah apa pun itu namanya. Kali ini, saya berusaha menyampaikan kembali apa yang sudah saya dapatkan dari sebuah ceramah di bulan Ramadhan. Tulisan kali ini akan mengulas tentang sedikit tentang seluk beluk faedah dan keindahan Al-Quran. 

Dalam ceramah tersebut, menyatakan bahwa Al-Quran memiliki hak-hak yang harus dipenuhi bagi pemiliknya. Apa saja hak-hak dari Al-Quran tersebut? Salah satu hak yang paling mutlak dimiliki oleh Al-Quran dari pemiliknya ialah mengkhatamkan Al-Quran setahun sebanyak dua kali. Ya, benar. Hak Al-Quran yang mutlak ialah dikhatamkan sebanyak dua kali dalam satu tahun. Jika berandai-andai setiap sehabis shalat membaca sebanyak empat lembar maka dalam satu bulan bisa mengkhatamkan sebanyak dua kali. Jujur, melakukan hal tersebut merupakan hal yang sangat sulit bagi saya. Bagaimana pun sebagai muslim sejati sudah sebaiknya menunaikan hak dari Al-Quran tersebut. 

Bukan perkara mudah mengkhatamkan Al-Quran sebanyak dua kali selama satu tahun. Tetapi, saya berharap dari tulisan ini dapat bermanfaat dan memberikan semangat kepada saya sendiri dan pembaca setiap blog ini. Paling tidak, kita sebagai umat muslim berusaha untuk menjadi pengamal Al-Quran dan menunaikan hak dari Al-Quran yakni mengkhatamkannya sebanyak dua kali selama satu tahun, Semoga saja tulisan ini memiliki manfaat bagi Anda yang membacanya. Terima kasih. ©Tedy Rizkha Heryansyah
- See more at: http://www.tutorial89.com/2014/08/cara-mudah-membuat-tombol-share-di.html#sthash.r4zgr2Dy.dpuf